Tips Mencuri Perhatian HRD dalam Wawancara Kerja

Proses wawancara kerja memang menjadi satu momen krusial bagi seseorang saat sedang melamar di sebuah perusahaan. Namun, masih banyak beberapa dari mereka yang menganggap remeh atau enteng wawancara kerja. Bisa saja karena merasa sudah pernah mengikuti wawancara kerja, ataupun merasa sudah percaya diri dengan CV yang mereka punya. Sehingga, mereka kerap kali tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi wawancara kerja.

Tak heran jika banyak orang yang justru gagal diterima di suatu perusahaan pada tahap wawancara kerja. Kamu pernah mengalami kegagalan dalam wawancara kerja? Atau kamu akan menghadapi tahap wawancara dalam waktu dekat? Nah, baca artikel ini sampai akhir untuk mendapatkan bekal yang baik dalam menghadapi proses wawancara kerja. Bikin HRD ataupun rekruiter yang mewawancarai kamu terpikat dengan mempraktikkan tips wawancara kerja berikut.

  1.   Ketahui perusahaan dan posisi yang kamu lamar

Tips wawancara kerja yang pertama, HRD akan lebih tertarik kepada interviewee yang mempersiapkan dirinya dengan baik seperti mengetahui jenis perusahaan ataupun posisi yang dilamar. Hal ini untuk menguji apakah kamu benar-benar berminat dan berbakat dengan bidang tersebut, bukan hanya asal melamar secara random. Di era internet sekarang, kamu bisa mendapatkan informasi suatu perusahaan dengan mudah. Jadi, pastikan tips wawancara kerja yang satu ini tidak kamu lewatkan.

  1.   Berpenampilan sesuai profil perusahaan

Berpenampilan yang dimaksud di sini bukan berarti kamu harus berpenampilan dengan sangat rapi seperti menggunakan jas dan dasi. Sesuaikan penampilanmu dengan profil perusahaan yang kamu lamar. Apabila perusahaan tersebut bersifat formal kamu bisa mencoba dengan kemeja dengan warna netral seperti putih ataupun biru muda. Padukan dengan celana bahan untuk menekankan kesan formal. Kamu juga bisa memakai pakaian tambahan seperti blazer atau jas. Jangan lupa pula untuk menggunakan sepatu formal juga.

Namun, apabila kamu tidak memiliki kemeja formal berwarna putih atau biru, alternatif lain yang bisa kamu pilih adalah memakai baju batik. Karena baju batik memiliki kesan rapid dan formal juga. Keuntungan lain dari memakai baju batik adalah lebih mudah didapatkan, setiap pria di Indonesia pasti setidaknya memiliki 1 baju batik. Kamu bisa mendapatkan kemeja basic dengan kualitas premium tapi harganya sangat affordable di sini nih, mate!

Tetapi, jika perusahaan yang kamu lamar adalah perusahaan yang tidak mengharuskan kamu untuk berpenampilan formal seperti pada perusahaan start-up, kamu dapat memilih gaya kasual namun dengan kesan rapi. Gunakan kaos polo dengan paduan celana chino dan sneakers. Perpaduan ini memberikan kesan santai, dinamis, namun tetap rapi.

Nah, maka dari itu, gunakan outfit yang sesuai dengan profil perusahaan yang kamu lamar untuk memberikan kesan yang positif kepada HRD. Karena, kalua kamu salah kostum saat wawancara, impresi yang kamu berikan terhadap rekruiter pun akan terlihat berkurang.

  1.   Terlihat antusias dan komunikatif kepada recruiter

Usahakan untuk tidak menjawab dengan pilihan “ya” atau “tidak” saja. Berikan jawaban yang membuat recruiter kagum kepadamu seperti memberikan alasan dibalik jawaban ya atau tidak-mu. Dengan begitu, kamu memberikan ruang kepada recruiter untuk menggali lebih dalam lagi tentang kapasitas dan kualitas diri kamu. Jadikan momen ini sebagai tempat untuk kamu meyakinkan recruiter bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk bekerja di perusahaan tersebut.

  1.   Siapkan pertanyaan kepada rekruiter atau user

Hal ini menunjukkan kesan kepada rekruiter tentang seberapa besar antusias kamu untuk dapat bergabung dengan perusahaan ataupun posisi yang kamu lamar. Kamu dapat menanyakan apa saja yang berhubungan dengan perusahaan atau posisi tersebut seperti apa saja job description di posisi tersebut dengan lebih detail, apa saja target atau KPI yang harus kamu raih apabila diterima. Tips untuk sesi ini adalah, tanyakan kepada rekruiter apa saja target perusahaan  dalam waktu dekat dana pa peran yang kamu bisa lakukan untuk membantu meraih target tersebut.

Jangan pernah menanyakan tentang jumlah gaji yang akan kamu dapatkan di tahap wawancara. Hal ini hanya akan memberikan impresi kepada rekruiter bahwa kamu adalah orang yang money oriented. Namun, pertanyaan tentang jenjang karir di posisi yang kamu lamar di perusahaan tersebut masih sangat diperbolehkan saat sesi wawancara.

 

Nah, setidaknya kamu sudah mempersiapkan 4 hal tersebut sebelum memulai wawancara kerja. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam menghadapi wawancara kerja ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.